PASCA AMI, IAI YPBWI SURABAYA GELAR FGD

Menindaklanjuti hasil Pekan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan sepanjang Maret hingga April 2025, Institut Agama Islam (IAI) YPBWI Surabaya menggelar Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu, 30 April 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat utama kampus dan dihadiri sejumlah pimpinan strategis institusi.

Hadir dalam FGD tersebut, Rektor IAI YPBWI Surabaya, Dr. Ma’ruf, M.Pd, beserta para wakil rektor, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Agus Darmawan, Ketua LPPM, Zaini Tamim AR, Dekan Fakultas Tarbiyah, Anita Mauliyah, M.Pd, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Ansori, MM.

Rektor dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam merespons hasil audit mutu dan menyusun strategi perbaikan berkelanjutan. “FGD ini menjadi ruang strategis untuk membaca ulang capaian, mengevaluasi kendala, dan menyamakan visi antarunit kerja dalam mendorong mutu institusi secara menyeluruh,” ujar Dr. Ma’ruf.

FGD dipandu oleh Ketua LPM dan membahas secara komprehensif hasil temuan AMI, mencakup aspek tata kelola prodi, sistem pendokumentasian kegiatan akademik, ketercapaian indikator mutu, serta kesiapan menuju akreditasi unggul.

Agus Darmawan menyampaikan bahwa beberapa temuan dalam AMI mengindikasikan perlunya penguatan budaya dokumentasi, peningkatan efektivitas pelaporan, dan sinergi antarbagian dalam menjalankan sistem penjaminan mutu internal. “LPM akan menyiapkan pendampingan lanjutan, termasuk pelatihan penyusunan dokumen standar untuk tiap unit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPPM, Zaini Tamim AR, menyoroti pentingnya integrasi antara hasil audit mutu dengan pengembangan riset dan pengabdian masyarakat. Ia mendorong agar program kerja berbasis luaran tridarma dapat dirancang lebih terukur dan kolaboratif lintas prodi.

Diskusi juga mengerucut pada penyusunan timeline tindak lanjut hasil audit dan penguatan koordinasi rutin antar unsur pimpinan fakultas. “Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Mutu harus jadi komitmen kolektif,” tegas Dekan FEBI, Ansori.

Melalui FGD ini, IAI YPBWI Surabaya berharap seluruh elemen kampus semakin solid dalam membangun tata kelola yang adaptif, transparan, dan akuntabel, menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan kompetitif di era transformasi pendidikan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *